Lawangsewu dibangun tahun 1908, yang dikerjakan oleh arsitek Belanda Profesor Klinkkaner dan Quendaag. Tahun 1920, gedung ini mulai dipakai sebagai kantor pusat Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), sebuah maskapai atau perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri tahun 1864.Terletak di komplek tugumuda, dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.Masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung LaswangSewu, mengingat gedung ini memiliki jumlah pintu dalam jumlah banyak, yangt dalam arti kiasan banyak berarti jumlahnya seribu atau lebih , yang dalam bahasa jawa LawangSewu.Lawang berarti pintu dan Sewu berarti seribu.
Saat meletus Pertempuran Lima Hari di Semarang, 14-18 Agustus 1945, Lawangsewu dan sekitarnya menjadi pusat pertempuran antara laskar Indonesia dan tentara Jepang. Korban pun berguguran. Untuk memeringati mereka, di sebelah kiri pintu masuk (gerbang) didirikan sebuah tugu peringatan bertuliskan nama para pejuang Indonesia yang gugur.Sayangnya, dari pihak Jepang tak diizinkan membangun tugu atau monumen serupa.
Ada banyak sekali ruangan di tempat ini. Ya, tentu saja..namanya juga gedung dengan seribu pintu..hhe. Baik di lantai 1 dan 2 semuanya adalah ruangan kosong, paling2 ya ada hall di lantai 1, dan tangga besar dimana terdapat lukisan kaca yang sangat besar berhadapan dengan tangganya. Memang agak mengerikan jika kita hanya berkeliling di tempat itu dengan sedikit orang, tapi..kalau rame2 kayaknya malah seru kok..:)
Di lantai 2 ada teras juga, dimana kita bisa melihat pemandangan tugu muda semarang. Biasanya wilayah ini sering digunakan juga untuk pameran lukisan. Mungkin memang untuk menghilangkan kesan seram tempat ini sering digunakan untuk menggelar berbagai macam event dan pameran.


Kemudian, ini yang paling seru dari semua ruangan, yaitu ruangan bawah tanah. Untuk menuju ruangan tersebut, kita disuruh membayar Rp 8000 utk menyewa sepatu boot, karena di bawah memang tergenang air sampai betis.
Dibawah memang ternyata cukup menyeramkan, bukan hanya pemandangannya tetapi cerita dibalik itu yg bikin berdelik dan mendendam.
1. Penjara berdiri : tahanan (yang pastinya orang indonesia) dimasukan kedalam ruangan kurang lebihberukuran lebar 1×1 meter sebanyak 6 orang. Mereka lalu di beri air selutut kemudian di kurung berdiri. Dengan ukuran sesempit itu maka tidak mungkin jongkok, seandainya jongkok pun mereka akan terlelap air. Mereka akan dikurung sampai meninggal.Dulunya tempat itu merupakan tempat penampungan air oleh tentara Belanda.
Namun tentara Jepang menjadikannya tempat penyiksaan.
Yang baru diketahui setelah Pemerintahan Jepang angkat kaki dari Indonesia yaitu sekitar tahun 1945 .
Setelah itu naik ke lantai 3.. nah, disini rasanya hawanya lembab banget, trus hawanya mulai gak enak gitu, ya walaupun ruangannya terang sih karena terkena sinar matahari. Disana ada ruangan besar dimana terdapat besi-besi penyangga atap Lawang Sewu yang sudah karatan. Dari besi2 tersebut ada yang penyok karena terkena terkena meriam pertempuran 5 hari di Semarang dan masih dalam bentuk asli tidak diapa-apakan. Oke, saatnya saya berbicara mengenai pengalaman saya di tempat ini. Saya lumayan sering juga sih mampir ke tempat ini..khususnya saat ada pameran-pameran di tempat ini. Maklum rumah sayakan deket lawang Sewu, trus yang jualan makanan disana kalau ada pameran ya banyak tetangga gitu deh..hhe,
Oia, ada cerita dari tetangga saya yang berjualan disana loh. Jika ada pameran, kira2 berlangsung selama seminggu berturut2 dimana banyak stand yang menempati ruangan kosong serta lorong2 disana. Suatu hari tetangga saya (ibu2) mengambil foto anaknya di suatu lorong di Lawang Sewu tentunya. Saat foto diambil menggunakan HP ya seperti foto biasa saja. Tetapi ketika di rumah dilihat lagi, ada sosok bayangan ikut ke dalam foto tersebut. Anak yang di dalam foto itu setelah itu sakit panas katanya selama seminggu. Saat foto itu dihapus barulah anak itu sembuh. Hmm...Percaya gak percaya juga sih...
Tapi sepertinya tempat ini memang cocok buat pilihan wisata saat Anda berada di Semarang pastinya..:D
Selain memberikan pengalaman berbeda, wilayah di sekitar tempat ini sekarang memang sudah ramai. Di belakang Lawang Sewu juga sudah ada pujasera yang lumayan lengkap menyediakan berbagai macam makanan yang lezat dan murah. Selain itu setiap sabtu malam minggu di depan Lawang Sewu ini dijadikan anak2 muda kota Semarang sebagai tempat nongkrong juga lo..:) mereka menyebrang ke Tugu Muda yang ada di depan Lawang Sewu tersebut untuk sekedar berfoto-foto atau mengobrol dan berkumpul dengan teman-teman.
Desas-desusnya sih dulu bangunan ini mau dijadiin hotel..hahaha, tapi kayaknya itu cuma gosip belaka deh, soalnya sampai saat ini gedung itu juga tidak dijadikan apa2, hanya untuk tempat wisata saja.

By the way.. saya mau menunjukkan sebuah video lagi dari episode Dunia Lain beberapa tahun lalu yang pernah mengambil syuting di rungan bawah tanahnya Lawang Sewu, dimana di dalam video tersebut kita bisa melihat penampakan dari hantu Lawang Sewu. Pada saat itu, rekaman video ini memang sangat heboh karena penampakan yang terlihat cukup jelas, dan kabarnya sih peserta uji nyali ini sakit parah lalu meninggal setelah syuting uji nyali. Tapi kayaknya itu semua cuma kabar hoax deh?? Sepertinya orang ini masih hidup sih... Mungkin Anda2 ada yang tahu bagaimana kabar sebenarnya?hhe.. boleh kasi komen di bawah.
Beberapa penampakan hantu lainnya di Lawang Sewu :
Nah.. sudah gak diragukan lagikan kalau tempat ini memang menyeramkan, dan percaya atau tidak berhantu. Tetapi semuanya kembali lagi kepada Tuhan YME, karena hanya dia yang serba tahu semua makhluk yang ada di bumi dan di alam lainnya. Yang penting, kita semua harus ikut merawat tempat yang merupakan tempat bersejarah bagi negeri kita ini, juga berlaku sopan ketika berkunjung ke dalamnya. Ini juga merupakan tugas dari pemerintah kota Semarang untuk selalu merawat keberadaan Lawang Sewu ini, lebih bagusnya memanfaatkan dengan optimal bangunan ini, agar keberadaannya lebih berguna, juga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif wisata yang menarik di Semarang.
Kalau Anda bagaimana? Pernah berkunjung ke tempat ini belum..? ayo main2 ke Semarang kalau belum pernah ya..:) sambil mencicipi lunpia khas Semarang juga berkunjung ke tempat wisata lainnya yang menarik di Semarang. Punya penga;alaman menarik di Lawang Sewu juga? Silakan komen di bawah ya...^^






































