Pages


Showing posts with label AnciEnt WondErs of d'wOrld. Show all posts
Showing posts with label AnciEnt WondErs of d'wOrld. Show all posts

Friday, December 30, 2011

Khajuraho Temple, Candi KamaSutra di India

Mari kita menilik candi yang satu ini. Sebenarnya saya juga baru saja tahu keberadaan candi ini dari sebuah situs luar. Kemudian saya tertarik untuk menulis artikel tentang keberadaan candi ini. Sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti pengertian kamasutra.hha... Yang saya tahu mengenai kamasutra adalah suatu pelajaran yang menggambarkan sisi erotime manusia. hhe, menurut pendapat saya sih.. Dan berbagai pelajaran erotisme tersebut tergambar di berbagai arca di candi ini. Jangan dilihat dari joroknya dulu.. Mari kita lihat dari sisi positifnya, yaitu ternyata kita memiliki warisan unik lagi di dunia ini, yang selain megah ternyata juga mengandung banyak makna di dalamnya.xixixi...


Jika Anda ingin membuktikan bahwa Kama Sutra berasal dari India, Kuil Khajuraho adalah tempat untuk melihatnya. Di kuil ini, Anda akan menemukan sisi seksualitas yang kental. 


Erotika berlimpah di kompleks Kuil Khajuraho dengan lebih dari 20 kuil yang dikhususkan untuk seksualitas dan seks. Kuil batu pasir ini terdata sejak ke abad ke-10 dan 11. 


Untuk beberapa kuil, patung-patung yang ada di Kuil Khajuraho merupakan yang paling erotis dan sensual di India. Ini juga kemudian terkenal di dunia dengan Kama Sutranya. Kuil Khajuraho juga mempunyai arsitektur yang unik, meskipun setiap kuil di dalam kompleks ini memiliki rencana dan desain yang berbeda.




Semua kuil yang ada dibangun di atas platform tinggi, beberapa meter dari tanah. Masing-masing kuil memiliki ruang pintu masuk atau Mandapa, dan sanctorum tempat suci atau griha garbha. 


 


Atap dari berbagai bagian memiliki bentuk yang berbeda. Serambi dan balai memiliki atap piramida yang tersusun dari beberapa lapisan horisontal. Sementara atap tempat suci kebatinan adalah sebuah menara kerucut kolosal yang terdiri dari tumpukan batu setinggi 30 meter. Pengaturan miniatur menara ini disebut juga shikharas. 





Di Kuil Khajuraho, Anda akan menemukan 3 kelompok kuil yaitu Barat, Timur, dan Selatan. Kuil utama ada di kelompok Barat, yang menampilkan kuil megah Kandariya Mahadeo. Sementara itu di kelompok Timur, Anda akan melihat sejumlah pahatan di Kuil Jain. Untuk kelompok selatan, Anda hanya akan menemukan dua kuil.


 


Untuk melihat lebih rinci patung dan pahatan erotis yang ada di Kuil Khajuharo, Anda bisa menuju utara Madhya Pradesh, sekitar 620 kilometer arah tenggara Delhi. 






Sejarah Candi Khajurajo :
Madhya Pradesh adalah tanah yang sangat tua, juga merupakan tempat perwakilan dari berbagai peninggalan di berbagai periode waktu. Di antara peninggalan terkenal di India seperti Batu bergambar, Stupa Budha, dan candi-candi, Khajuraho dikenal sebagai candi yang berornamen indah, yang merupakan implementasi dari imajinasi manusia, kreatifitas artistik, kemegahan arsitektur, dan kedamaian spiritual manusia melalui erotisme.





Candi Khajuraho ini termasuk monumen yang paling indah di abad pertengahan di Negara India. Candi ini dibangun oleh penguasa Dinasti Chandella antara tahun 900-1130, yang merupakan tahun keemasan dari Dinasti Chandella. Diduga bahwa tiap penguasa Chandella harus membangun 1 candi di masa hidupnya. Jadi, semua candi Khajuraho tidak dibangun oleh seorang penguasa Chandella tetapi pembangunannya bertahap, dan pembangunan candi menjadi tradisi dari penguasa Chandella.






Keberadaan candi ini tercatat dalam catatan Abu Rihan al Biruni di tahun 1022, dan pengembara Arab bernama Ibnu Battuta di tahun 1335. Disebutkan bahwa ada 85 candi di Khajuraho ini, dimana 25 candi bertahan setelah ada pelestarian dan perawatan. Semua candi ini tersebar di area seluas 9 mil persegi.





Khajuraho dipercaya sebagai pusat keagamaan dari dinasti Chandella. Penguasa Chandella mberusaha membedakan politik dari kegiatan keagamaan dan budaya, jadi mereka menempatkan pusat pemerintahan di Mahoba dimana terletak 60km dari Khajuraho. Seluruh Khajuraho tertutup oleh sebuah dinding besar dan memiliki 8 pintu gerbang, yang berfungsi sebagai pintu masuk ataupun keluar, dimana setiap pintu gerbang diapit oleh 2 pohon palem.





Setelah kejatuhan dari dinasti Chandella (setelah tahun 1150), candi Khajuraho banyak mengalami kehancuran dan kerusakan oleh para pendatang muslim ke daerah ini, dimana hal itu memaksa pula para penduduk lokal meninggalkan Khajuraho. Saat para pendatang muslim datang ke daerah ini, mereka tidak bertoleransi dengan adanya tempat ibadah agama lain, sebab itulah para penduduk Khajuraho meninggalkan tempat ini dan berharap para penduduk Muslim tidak akan merusak candi mereka. Dan dari abad 13-18, sisa-sisa dari candi Khajuraho tertutup oleh hutan yang sangat lebat, tidak dikenal publik lagi, hingga ditemukan kembali oleh seorang Inggris bernama T.S. Burt.





 


Jika Anda ingin berkunjung ke Khajuraho, lokasi ini bisa dicapai dengan penerbangan, atau kereta api jarak jauh dari Delhi melalui Agra. Ada juga Khajuraho-Jhansi Link, layanan kereta setiap hari yang mencakup jarak antara Khajuraho dan Jhansi dalam waktu tempuh sekitar lima jam. 

Kereta 229A meninggalkan Jhansi mulai pukul 7.25 waktu setempat dan tiba di Khajuraho pukul 12.10 waktu setempat. Atau Anda juga bisa menggunakan taksi dari Jhansi menuju Khajuraho yang akan memakan biaya sekitar 2.500 rupee (sekitar Rp497 ribu). Bus bisa sangat sulit, sehingga menyewa taksi adalah pilihan yang lebih baik. 

Kuil Khajuraho buka sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam. Untuk kelompok kuil selatan, Anda dikenakan biaya US$5 (sekitar Rp44 ribu), sedangkan yang lainnya bebas biaya masuk.



Jika Anda masih penasaran mengenai keberadaan Khajuraho ini, silakan klik link di bawah ini :)



Friday, December 2, 2011

Kisah Misterius Tentara Terracotta, Penjaga Makam Sang Kaisar

Pernahkah Anda melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" atau "The Myth"nya jackie Chan? Ya, memang film itu sudah agak lama sih kemunculannya dan sudah sering sekali diputar di stasiun TV lokal juga.. Tapi kebetulan saya kemarin baru saja melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" lagi, yang mengangkat cerita tentang keberadaan penemuan patung-patung misterius tentara atau prajurit Terracotta ini, dan saya menjadi sangat tertarik untuk menulis mengenai hal ini :)

Kisah ini berawal ketika Yang Peiyan dan beberapa petani yang sedang menggarap lahan. 
Ia menemukan sebuah dinding bata ketika ia menggali ruang bawah tanah untuk menyimpan sayuran. Kemudian dengan ragu ia membuat lubang di dinding, dan melalui lubang itu ia melihat, dan akhirnya terkejut setengah mati ketika melihat barisan megah patung prajurit yang berdiri di sana.


Pasukan ini merupakan keajaiban seni budaya Tionghoa dari zaman 210 SM. Pertama kali digali pada 1974, di Kabupaten Lintong Xi’an, ibukota Provinsi Shaanxi, dekat Makam Kaisar Qin Pertama. Patung-patung tentara tersebut sedemikian hidup, masing-masing menampilkan sinar mata yang garang, dipadukan dengan cahaya matahari yang menembus lubang sehingga menjadikan pemandangan itu begitu sempurna. Namun karena ketakutan, petani tersebut langsung cepat-cepat menutup kembali lubang tersebut dan melaporkannya ke departemen arkeologi setempat.


Mendengar laporannya, para arkeolog mengira bahwa petani itu pasti hanya kebetulan saja menemukan sebuah kuburan, dan berhalusinasi karena hipoksia (kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian) di bawah permukaan tanah. Kemudian seorang arkeolog dikirim ke sana untuk mencari tahu rincian. Ketika lubang di dinding dibuka lagi, barulah arkeolog benar-benar melihat bahwa apa yang dilaporkan petani tadi bukan bualan semata.


Pemandangan menakjubkan satu baris tentara yang lengkap! Saat melihatnya, seakan suara memekakkan telinga dari teriakan perang, dan pasir yang berputar kencang, seputar adegan perang zaman Dinasti Qin seolah terbayang jelas di depan matanya.


Perlahan, awan pasir mereda dan suara lenyap. Tentara Terakota yang dikubur mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Warna mereka surut dan mata mereka berubah kusam. Banyak kepala dan lengan terputus dan adegan berubah menjadi apa yang kita lihat di hari ini.
Tentara Terakota merupakan benda seni untuk pemakaman, yang dikuburkan bersama Kaisar Pertama Dinasti Qin, Qin Shi Huang pada 210-209 SM. Diyakini bahwa tentara akan mengikuti sang kaisar hingga ke kerajaan akhirat.


Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM – 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar China ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir’aun Mesir Kuno, Cheops (Khufu) yang memilih untuk membangun sebuah Piramida Agung di Giza sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya bak sebuah Istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.

Makam sang kaisar memang begitu mempesona. Terdapat kurang lebih 8000 patung yang menggambarkan sosok para prajurit, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang berdiri berjejer disepanjang makam, disusun dalam tiga lubang.. Yang lebih menarik lagi, semua patung-patung tersebut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya baik itu bentuk pakaian, mimik wajah, model rambut, hingga persenjataan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga dibedakan oleh pangkat kemiliterannya seperti Jendral, perwira, hingga para prajurit biasa. Patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat jendral.
 
Sejak ditemukan oleh beberapa petani lokal diwilayah Xi’an, Propinsi Shaanxi, China ditahun 1974 silam, hingga kini masih terus dilakukan penggalian di sana. Para Arkelog memperkirakan masih banyak patung dan artifak-artifak lainnya yang masih terpendam. Mereka juga belum dapat memastikan berapa jumlah angka-angka penemuan ini akan terus bertambah. Kalkulasi terbaru menyebutkan, terdapat lebih dari 8000 patung prajurit, 130 kereta perang beserta 520 kudanya, serta 150 pasukan berkuda yang terdapat di tiga terowongan utama makam. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan mengingat baru satu persen dari keseluruhan bagian makam yang telah digali!

Tidak semua harta benda dan perhiasan sang kaisar telah ditemukan. Konon, masih banyak harta benda berharga Kaisar Qin Shi Huang yang tersimpan disuatu bagian makam, dimana ditempat itu terpasang perangkap-perangkap yang dapat menembakkan anak panah secara otomatis kepada siapapun yang berani mengusiknya. Bahkan diyakini para pekerja yang memasang perangkap-perangkap tersebut turut dikuburkan hidup-hidup agar kerahasiannya tetap terjaga. Terdengar cukup menakutkan, bukan?



Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM – disaat usia sang Kaisar baru menginjak 13 tahun – dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja. Namun apa tujuan Kaisar Qin Shi Huang membangun semua ini?
Faktanya, makam ini didirikan sebagai gambaran akan sebuah istana bawah tanah yang begitu besar dan mewah. Bahkan dikatakan ia adalah istana bawah tanah dengan struktur paling rumit dalam kemegahan dan fasilitasnya. Tiruan sungai yang terbuat dari air raksa serta langit-langit dengan hiasaan mutiara turut mempercantik istana. Kepercayaan di lingkungan kerajaan menyebutkan bahwa Kaisar Qin Shi Huang akan terus memimpin kerajaan dikehidupan berikutnya (alam baka/akhirat). Untuk itu ia membutuhkan sebuah istana sebagai pusat kerajaan, lengkap beserta para bala tentaranya dan pegawai-pegawai pemerintahan.


Situs arkeologi ini telah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO. Koleksi dari 120 benda seni dari makam dan 20 prajurit Terakota saat ini dapat Anda lihat di Xi'An, China, dimana dapat ditempuh hanya dengan 1 jam penerbangan dari kota Beijing.
Pembangunan terracotta ini adalah proyek terbesar kedua setelah Great Wall (tembok China).
Detail wajah dan pakaian patung tentara itu sangatlah rinci, sehingga daerah asal masing-masih tentara pun masih dapat diketahui. Kaisar Qin Shi Huang Ti adalah kaisar yang pertama kali menyatukan China pada tahun 221 SM. Eksibisi ini juga menampilkan uang logam yang pertama kali diperkenalkan di daratan China.







Sunday, May 29, 2011

Cerita Cinta dan Pengkhianatan Di Balik Taj Mahal

Tāj Mahal(تاج محل, ताज महल) adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān, anak Jahangir sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum(juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal). Pembangunannya menghabiskan waktu 23 tahun(1630-1653) dan merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal.

Sebenarnya ia hanya sebuah monumen. Dibangun selama 22 tahun oleh Shah Jehan sebagai musoleum untuk mengenang istri tercintanya Mumtaz ul Zamani yang lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal. Sebuah arsitektur atas nama cinta yang menjadi satu bangunan terindah di dunia.


Seusai dengan maksudnya, bangunan itu pun disebut sebagai Taj Mahal. Letaknya di Agra, India kawasan Uttar Paradesh. Persis di tepian Sungai Yamuna. Pembangunannya melibatkan 20.000 pekerja, arsitek paling ahli, seniman ahli kerajinan tangan, sejumlah ahli kaligrafi, pemahat, ahli batu dari seantero India, Persia, dan Turki. Dibangun dengan presisi, emosi, seni arsitektur mengagumkan.

Bangunan itu berawal dari sebuah janji. Berpangkal dari tahun 1631, saat Mumtaz Mahal terbaring sekarat di sisi suaminya Shah Jehan, setelah melahirkan anak ke-14 bagi sang raja. Perempuan itu menagih empat janji dari sang raja. Pertama memohon dibangunya sebuah Taj, kedua memintanya tidak kimpoi lagi, ketiga menuntut perlakuan baik suaminya pada anak-anak mereka, dan terakhir memintanya untuk mengunjungi makamnya secara teratur. Tak lama kemudian Mumtaz mahal pun meninggal.

Shah Jehan sangat terpukul dengan kematian istrinya, namun ia segera mewujudkan janji bagi sang istri tercinta. Maka ia memerintahkan pembangunan sebuah Taj pada 1631. Selama 2 tahun Shah Jehan mengurung diri dan berkabung. Lantas pada 1633, ia akhirnya menekankan pembangunan sebuah makam bagi istrinya di dalam bangunan yang sedang dikerjakan itu.

Lambang Cinta

Mengapa disebut lambang cinta? Mari kita mundur ke tahun yang lebih awal. Shah Jehan, awalnya bernama Khurrum Shihab-ud-din Muhammad, merupakan pangeran dari Dinasti Mughal. Ia lahir dari 1592 di Lahore, dan menjadi putra ketiga yang paling disayang kaisar Jahangir. Ia diplot sang kaisar untuk menggantikannya kelak, dan ia pun dididik secara khusus termasuk dalam bidang budaya, pengetahuan, dan seni beladiri serta kemiliteran.

Di usia 16 tahun ia mengejutkan ayahnya dengan desain markasnya di dalam benteng Kabul dan mendesain ulang benteng Agra, setelah diberi wewenang oleh sang ayah untuk memimpin sejumlah pasukan. Ia kemudian menikah dengan Akbarabadi Mahal menyusul istri kedua Kandahari Mahal. Tetapi cinta sejati justru berkembang saat ia jatuh hati pada gadis belia 14 tahun Arjumand Banu Begum, cucu bangsawan Persia.

Ia terpaksa menunggu selama lima tahun sebelum diizinkan menikahi gadis menawan itu pada 1612. Dan seusai pesta pernikahan yang megah itu, istri ketiganya itu diberi julukan Mumtaz Mahal Begum. Mumtaz Mahal justru menjadi istri yang paling disayang dan dimanjakannya. Begitupun sang istri ini selalu menemaninya dalam setiap penugasan ke luar daerah. Setia menemani di dalam istana, maupun di tenda-tenda dalam perjalanan sang pangeran. Cinta kedua anak manusia ini memang sangat romantis, intim, dan harmonis.

Dalam misi tempur dari sang ayah, pada 1617, Khurram berkat dampingan Mumtaz, berhasil menaklukkan Lodi di Decan, serta mengamankan wilayah perbatasan selatan kerjaan dinasti Mughal. Untuk itu ia dianugerahi gelar “Shah Jehan Bahadur” oleh sang ayah. Gelar yang memastikannya akan menduduki tahta dinasti kelima Mughal.

Sejak Shah Jehan masih menjadi pangeran dan panglima perang, Mumtaz Mahal memang selalu mendampinginya dalam keadaan senang maupun susah, suka dan duka. Kisah cinta mereka tersiar di kalangan prajurit dan rakyat. Sampai akhirnya ketika menggantikan posisi ayahnya sebagai raja, Mumtaz Mahal selalu setia pada Shah Jehan.

Semua kisah cinta itu tak terlupakan oleh Shah Jehan sampai akhir hayatnya. Ketika ang istri meninggal, ia pun merasa amat terpukul. Namun semua kenangan akan cinta sejatinya dituangkan dalam pembangunan Taj Mahal. Selama 22 tahun (sejak 1631) sampai 1653, keseluruhan Taj Mahal rampung dibangun.

Bangunan setinggi hampir 60 meter itu dibuat dengan basis batu marmer dan beberapa bagiannya diberi ukiran, hiasan, dan lapisan emas, perak, dan berlian. Semua mata takjub dan berdecak kagum. Melihat Taj Mahal, semua orang yakin bahwa tak ada bangunan lain yang mampu menandingi keindahannya. Benar-benar wujud cinta yang paling dalam. 

Taj Mahal mengandung keanggunan seorang wanita. Lengkungan-lengkungannya yang indah adalah matanya, sementara kubah-kubahnya menyerupai payudara yang membusung. Menara-menara menjadi jemari berhiaskan permata sedangkan pualam putih tentunya adalah kesempurnaan parasnya. Demikianlah Taj Mahal digambarkan, begitu anggun, begitu agung.

Untuk sebuah Taj Mahal, dibutuhkan 22 ribu pekerja, ratusan gajah serta waktu 11 tahun. Pembangunan Taj Mahal dihiasi pengkhianatan, cinta, perselingkuhan, serta persaingan yang penuh intrik. Jahanara pun akhirnya menemukan cinta yang diimpikannya di balik tembok-tembok Taj Mahal. Demi sang kekasih, Jahanara rela lari dari suami politisnya dan pergi melewati lorong sempit untuk memadu kasih dengan pujaan hatinya.

Tak lama setelah Taj Mahal berdiri, Shah Jahan digulingkan oleh putranya sendiri, Aurangzeb. Jahanara pun terjebak dalam perang saudara antara Aurangzeb dan kakaknya, Pangeran Dara Shikuh. Jahanara menyaksikan sang kakak dijatuhi hukuman mati oleh adiknya sendiri. Sejak kecil, Jahanara memang tak menyukai Aurangzeb dan sangat memuja Dara. Namun, takdir justru memutuskan Aurangzeb menjadi pemegang tampuk Hindustan. Shah Jehan dikurung di sebuah menara oleh anaknya sendiri. Beruntunglah Shah Jehan masi bisa melihat Taj Mahal, harta paling berharganya dari menara tersebut. Dengan melihat Taj Mahal itu, ia masih bisa mengenang hari-hari bersama istrinya dulu. Dia juga merenung, apakah mungkin ini hukuman untuknya, karena dulu Shah Jehan mendapat kekuasaan dengan cara menggulingkan paksa kakaknya sendiri. Seiring berjalannya waktu, Shah Jehn menjadi tua dan sakit-sakitan. Hingga ajalnya di tahun 1666, Shah Jehan pun dimakamkan di samping makam istrinya di dalam Taj Mahal. Menjadi lambang cinta sejati, hingga hari ini…


Taj Mahal dalam Mitos

Taj Mahal memang mengandung nuansa berbeda. Banyak kontroversi yang melambung dari sana. Mungkin karena aura dan keindahan bangunan tersebut memang mampu memengaruhi emosi pengunjungnya.

Jean-Baptiste Travernier mungkin menjadi “turis” Eropa pertama yang mengunjungi Taj Mahal. Dari kunjungannya tahun 1665, ia menuliskan bahwa kemungkinan Shah Jehan berencana membangun Taj Mahal dengan marmer hitam. Namun Shah Jehan mungkin sudah digantikan anaknya Aurungzeb sebelum Taj Mahal dibangun. Sehingga akhirnyadibuat dengan marmer putih.

Sisa-sisa marmer hitam masih terlihat di seberang sungai di Moonlight Garden, Mahtab Bagh, yang tampaknya mendukung versi legenda ini. Namun hasil penelitian dan penggalian di sana pada 1990 menemukan bahwa marmer itu adalah marmer putih yang berubah warna menjadi hitam. Teori tersebut juga sudah diuji coba pada 2006 di lokasi tersebut dan membuktikan bahwa marmer yang digunakan adalah memang marmer putih dan bukan hitam.

Masih banyak lagi mitos dan kontroversi soal Taj Mahal. Termasuk keraguan apakah Taj Mahal memang dibangun khusus untuk mengenang kisah cinta Shah Jehan bagi sitrinya Mumtaz Mahal, atau lebih daripada itu yaitu merupakan refleksi cinta yang lebih murni dalam konsep spiritual ilahi. Atau sekadar propaganda dinasti Mughal untuk menunjukkan kajayaan mereka semata? Belum ada yang bisa memastikan.

Bangunan yang mengusung konsep simetris itu merupakan satu pertanyaan lain. Lalu penataan kolam dan refleksi langsung Taj Mahal di atas air menjadi bahan perdebatan lainnya.

Seribu satu pertanyaan masih mengantung di seputar Taj Mahal…

Keindahan Mengagumkan yang Misterius


Taj Mahal mewakili arsitektur mewah yang terbaik dari dinasti Mughal. Aslinya mencerminkan perpaduan budaya dan sejarah kekasiran Islam Mughal yang pernah menguasai India. Walau bentuknya mirip tampilan fisik bangunan masjid, namun sesungguhnya ia merupakan sebuah makam penghormatan.

Taj Mahal Mudah dikenali dari ciri kubah putih marmer, tatanan kompleksnya dan areal taman di lahan seluas 22,44 hektar. Termasuk aea makam tambahan, infrastruktur pengairan, kota kecil Taj Ganji dan taman bulan purnama di utara sungai.

Dalam catatan sejarah Taj mahal masih diliputi kabut misteri. Masih tidak diketahui secara pasti latar belakang berdirinya kompleks Taj Mahal, walau diyakini sebagai persembahan cinta Shah Jehan terhadap istrinya Mumtaz Mahal.

Begitu juga dengan arsitek utama yang merancang bangunan tersebut. Ada yang menduganya adalah arsitek India, Persia, bahkan Italia. Yang pasti bahwa pembangunannya melibatkan kolaborasi sejumlah seniman, ahli, dan perajin dari berbagai daerah.

Namun sejumlah penelitian merujuk bahwa sang arsitek utama yang misterius itu kemungkinan besar adalah seorang Italia. Seseorang yang bernama Geronimo Veroneo. Dugaan muncul berdasarkan pernyataan Father Manrique, seorang Augustinian Friar, yang berkunjung ke Agra pada 1640 dalam upaya menjemput Father Antony yang akan dibebaskan dinasti Mughal dari penjara.

Namun kesaksian ini justru sangat ditentang oleh banyak orang yang meragukan ada seniman besar Italia di abad ke 17 yang berada di India. Namun sejumlah makam Kristen Padres Santos di Agra memang menjadi satu bukti bahwa orang Eropa sudah berada di Agra saat pembangunan Taj Mahal dan masa sesudahnya.

Satu kemewahan lain dari Taj Mahal adalah pengguaan materialnya yang didatangkan dari seluruh India dan Asia. Dindingnya dibentuk dengan potongan batu marmer dan batu pasir dalam teknik konstruksi pengunci besi. Seribuan gajah digunakan sebagai pengangkut material itu.

Untuk memenuhi kebutuhan batu pasirnya, didatangkan dari tambang di dekat Fatehour Sikri, lalu marmer putihnya dari Raja Jai Singh di Makrana, Rajasthan. Permata jasper berasal dari Punjab, permata jade dan kristal dari Tiongkok. Permata pirus dari Tibet, batu lapis Lazuli dari Afghanistan, batu safir dari Srilanka dan carnelian dari Arabia. Setidaknya ada 28 jenis batu permata yang digunakan sebagai penghias Taj Mahal.

Semua informasi detail mengenai pembangunan Taj Mahal memang masih terselubung. Entah mengapa bangunan yang belakangan ini tetap menjadi satu dari tuiuh keajaiban dunia modern (yang baru) itu, masih menyimpan rahasia besar. Namun nilai seni, sejarah, budaya dan filosofinya yang memang sarat akan tafsir, tetap menjadi satu warisan perdaban manusia. Sejak 1983, Taj Mahal sudah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia yang ditetapkan UNESCO.

Thursday, May 26, 2011

Peradaban Kuno Di Chichen Itza

Nama Chichen Itza berasal dari bahasa Maya yang berarti "Chi" mulut, "Chen" sumur ,dan "Itza" nama suku penghuni tempat itu sendiri. Puing sisa-sisa peradaban Maya di Amerika Tengah, seperti Chichen Itza, dulunya merupakan daerah perkotaan yang telah ditinggalkan oleh para Mayan jauh sebelum Cristoper Colombus untuk pertamakali Menginjakkkan kakinya di Benua Amerika. Piramida El Castillo bangsa Maya yang juga terletak di Chichen Itza sering disebut-sebut sebagai bangunan piramida kedua yang terkenal setelah Piramida Mesir. Namun berbeda dengan bentuk arsitektur Piramida Mesir, Piramida bangsa Maya bukanlah merupakan piramida berbentuk kerucut , karena pada puncaknya terdapat sebuah bidang datar yang digunakan sebagai tempat ritual mereka. Disekelilingnya, kita dapat menemui empat tangga yang berjumlah sekitar 91 undakan, dan terdapat satu undakan lagi pada bagian paling atas, sehingga total undakan keseluruhan berjumlah 365 undakan. Tinggi bangunan ini mencapai 24 meter, sedangkan area pada puncaknya yang digunakan untuk menaruh persembahan setinggi 6 meter.

Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru. Suatu tempat yang terletak di Yucatan, Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara. Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza, salah satu kelompok suku bangsa Maya.
Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius. Karakteristik arsitektural Chichen Itza yang memiliki hubungan langsung dengan gaya Toltec Maya adalah: “El juego de la Pelota”, “El Castillo”, “El Grupo de las Mil Columnas”, “El tzompantli”, El Edificio de las Aguilas “,” El templo de los Guerrerros “, dan” El Mercado “. Semua bangunan tersebut memiliki motif hiasan yang sama ditemukan di Tula. Representasi-representasi yang paling sering adalah pejuang dan Quetzalcoatl.

Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, Bangunan-bangunan di kawasan Chichen Itza merupakan hasil alkulturasi seni arsitektur dari kebudayaan Maya dan Toltec. Toltec sendiri merupakan sebutan bagi bangsa yang mendiami suatu kawasan di Tollan, 45 KM utara Kota meksiko.


Daya tarik utama adalah piramida utama, sebuah bentuk persegi yang tingginya sekitar 75 kaki, El Castillo de la Emplumada Serpiente, yang berarti “Benteng dari Serpent berbulu,” yang digambarkan di atas. Ular berbulu adalah dewa populer di berbagai kebudayaan Mesoamerika. “El Castillo” pasti tempat diadakan upacara keturunan Kukulkan. Piramida memiliki tata letak astronomi khusus sehingga permainan cahaya dan bayangan terbentuk. El castillo terletak di tenhgah-tengan komplek, di puncak terdapat jalan masuk ke mahkota batu jaguar raja kukulcaan. Di el castillo terdapat 365 anak tangga. satu anak tangga melambangkan 1 hari , jadi 365 melambangkan hari dalam satu thun. perhitungan tersebut berdasarkan kalender maya

Kuil Chac Mool, pada dinding dan interior yang ada ukiran pilar berwarna dan penuh dengan ular berbulu, prajurit, dan imam. Bangunan atas hanya sebagian sebenarnya mencerminkan kemegahan. Ada tiga topeng diukir dengan hidung yang sangat panjang di dinding luar dan di sudut-sudut. Pada dinding bagian dalam kubah terdapat mural dengan adegan perang dan kehidupan sehari-hari. Altar meja dan bangku mungkin digunakan sebagai tempat duduk dan takhta untuk pejabat.

Peradaban yang memuja Dewa Quetzalcoatl ini dipimpin oleh seorang penguasa bernama Mixcoatl yang mempunyai arti "Naga Awan". Menurut sejarah, Bangsa Toltec yang terkenal lebih kejam dari Bangsa Aztec, pernah menyerbu kawasan Chichen Itza disekitar tahun 800 M. Chihen Itza sendiri merupakan puing sisa peradaban Maya paling mengesankan yang masih bisa dinikmati keindahannya hingga saat ini. Terdapat beberapa bangunan menakjubkan peninggalan peradaban bangsa Maya disini, diantaranya Piramida Kukulkan (El Castillo) sebagai pusatnya, lalu terdapat pula bangunan yang digunakan sebagai Observatorium astronomi mereka yang dinamakan El Caracol, serta beberapa bangunan lainnya seperti Temple of Jaguar dan Temple of the Wariors.


Dan bukan menjadi suatu rahasia lagi bahwa Bangsa Maya merupakan sebuah peradaban yang memiliki tingkat pengetahuan Astronomi yang sangat luar biasa. Hal tsb memang tak pernah diragukan lagi oleh para astronom pada saat ini. Jauh sebelum Nicholas Copernicus menyatakan bahwa bentuk bumi bulat serta teori heliosentris yang menyatakan matahari sebagai pusat tata surya, orang Maya sudah mengetahui akan hal itu jauh-jauh hari sebelumnya. observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka / El Caracol yang juga terletak di kawasan Chichen Itza, di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras.
El Caracol Observatory Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan. Menara pengamat observatorium El Caracol ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.


Hal paling mengerikan dari tempat ini adalah adanya dua cenotes (sumur alami) yang dijadikan tempat menaruh korban persembahan. Kabarnya, suku Indian Maya yang mendiami kota itu mempersembahkan jade, keramik dan bahkan manusia untuk dimasukkan dalam sumur itu.Di saat kekeringan melanda, suku Maya akan mengorbankan gadis-gadis muda untuk dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur itu. Chichen Itza merupakan simbol pemujaan dan ilmu pengetahuan. Peran sumur itu begitu penting karena di Semenanjung Yukatan tidak terdapat sungai. Satu-satunya sumber air ketika kekeringan melanda adalah dari sumur-sumur itu. Nama Chichen Itza pun berarti ‘di bibir mata air rakyat’ dalam bahasa Indian setempat. Dengan demikian, Chichen Itza berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi kebudayaan Maya. Chichen Itza didirikan raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl yang datang ke Semenanjung Yukatan bersama pasukannya. Saat itu suku Maya sudah berdiam di daerah tersebut, kemudian bersama-sama suku Toltec, mulai membangun berbagai kuil yang menyerupai piramid. Dengan demikian, periode puncak dari Chichen Itza merupakan campuran kebudayaan Toltec dan Maya. Salah satu kuil terbesar yang didirikan adalah Kukulkan. Berdasarkan legenda Maya, Kukulkan merupakan Dewa Ular Berambut jelmaan dari Quetzalcoatl. Kuil Kukulkan berupa piramid bertangga, dengan teras-teras. Di setiap sisi piramid segi empat itu terdapat anak tangga menuju puncak. Di puncak terdapat jalan masuk menuju ruangan Mahkota batu Jaguar Raja Kukulkan, yang dicat merah dan bintik-bintik hijau lumut. Di Chichen Itza ini juga terdapat sebuah lapangan permainan yang mirip dengan permainan bola basket masa kini. Permainan ‘pok ta pok’ yakni melemparkan bola melewati sebuah lingkaran di dinding 7 meter di atas tanah. Kapten dari tim yang pertama kali berhasil menembakkan bola akan dipenggal kepalanya sebagai persembahan untuk dewa-dewa. Pada tahun 1221, pemberontakan pecah. Atap-atap kayu, pasar dan kuil-kuil ksatria dibumihanguskan. Kekuasaan atas Yukatan pun berpindah ke Mayapan, sampai penakluk Spanyol datang.

Daya tarik utama adalah piramida utama, sebuah bentuk persegi yang tingginya sekitar 75 kaki, El Castillo de la Emplumada Serpiente, yang berarti “Benteng dari Serpent berbulu,” yang digambarkan di atas. Ular berbulu adalah dewa populer di berbagai kebudayaan Mesoamerika. “El Castillo” pasti tempat diadakan upacara keturunan Kukulkan. Piramida memiliki tata letak astronomi khusus sehingga permainan cahaya dan bayangan terbentuk.

Kuil Chac Mool, pada dinding dan interior yang ada ukiran pilar berwarna dan penuh dengan ular berbulu, prajurit, dan imam. Bangunan atas hanya sebagian sebenarnya mencerminkan kemegahan. Ada tiga topeng diukir dengan hidung yang sangat panjang di dinding luar dan di sudut-sudut. Pada dinding bagian dalam kubah terdapat mural dengan adegan perang dan kehidupan sehari-hari. Altar meja dan bangku mungkin digunakan sebagai tempat duduk dan takhta untuk pejabat.

Chichen Itza pertama kali dihuni antara 500 dan 900 Masehi oleh Maya tetapi untuk beberapa alasan maka ditinggalkan sekitar 900 dan 100 tahun kemudian diserang oleh Toltecs dari Utara. Ada banyak yang berkurang misalnya kedua dewa Maya termasuk dewa Chac dan Toltec termasuk Quetzacoatl. Untuk beberapa alasan kota itu ditinggalkan sekitar tahun 1300. Jika Spanyol tidak membuat kebijakan untuk membunuh semua imam Maya dan membakar buku-buku ketika mereka tiba di Meksiko, kita semua akan memiliki jawaban lagi.

Chichen Itza-Ketika pertama kali diselesaikan sebetulnya terutama menggambarkan pertanian. Selama Fase Sentral Periode Classic, disebut sebagai seni kemekaran bunga, (625-800 M) dan sains berkembang di sini. Itu saat dimana Chichen Itza menjadi pusat keagamaan penting, dibuktikan oleh bangunan yang didirikan: Red House, House of the Rusa, Wihara Biksuni, Gereja, Dzib Akab, Kuil Tiga Lintels dan House of Phalli.

Menjelang akhir Periode Classic, 800-925 AD, dasar-dasar peradaban megah ini lemah, dan Maya meninggalkan pusat agama mereka dan daerah pedesaan di sekitar mereka. Kemudian dibangun pusat-pusat yang lebih kecil dan kota-kota besar seperti Chichen Itza dikunjungi hanya untuk melakukan ritual keagamaan atau menguburkan orang mati. Orang-orang meninggalkan kota Itza pada akhir abad ke-7 Masehi dan tinggal di pantai semenanjung barat selama sekitar 250 tahun. Namun, pada abad ke-10 Masehi mereka kembali ke Chichen Itza.

Sekitar tahun 1000 Masehi Itza bersekutu dengan dua suku kuat, Xio dan Cocom, keduanya mengaku sebagai keturunan orang-orang Meksiko. Aliansi ini menguntungkan Itza selama sekitar dua abad. Selama waktu ini, orang-orang dari Chichen Itza menambahkan situs gedung-gedung megah bantalan sentuhan seni Toltec: beranda, galeri, tiang-tiang dan ukiran yang menggambarkan ular, burung dan dewa Meksiko.

Toltec mempengaruhi cara Itza yang lebih dari sekedar arsitektur. Mereka juga taat pada Itza agama mereka, yang berarti pengorbanan manusia dalam skala besar. Mereka memperluas wilayah kekuasaan mereka di Yucatan utara dengan aliansi dengan Mayapan dan Uxmal. Sebagai dasar politik Chichen Itza, kota ini ditambahkan bahkan dengan bangunan lebih spektakuler: Observatorium, Kukulkan Piramid, Kuil Warriors, MK Ball, dan Kelompok Kolom Seribu. Kuil Warriors telah dipahat dengan pilar relief, yang banyak mempertahankan warna asli mereka. Mural pernah menghiasi dinding-dindingnya. Hal ini dikelilingi oleh banyak bangunan hancur yang dikenal sebagai Grup dari Kolom Seribu. Pada 1194, aliansi Mayapan pecah antara Chichen dan Uxmal, dan kota ini secara bertahap terbengkalai.


Hingga saat ini,kita masih bisa menemukan sisa-sisa pengaruh kebudayaan Maya yang masih melekat pada beberapa penduduk di Kawasan Yucatan Peninsula dan sedikit di wilayah bagian Chiapas, bahasa asli suku Maya kuno masih banyak digunakan sebagai dialek sehari-hari mereka dan ditafsirkan empat sampai enam juta orang penduduk disekitar Yucatan masih menggunakan bahasa tsb. Hal tsb juga berlaku pada tradisi Bangsa Maya Kuno, masyarakat di Yucatan masih meneruskan banyak tradisi masyarakat Maya kuno seperti menanam tanaman pangan tradisonal mereka (jagung, buncis, cabai, tomat dan labu) dengan teknik yang sama, dan memilih menggunakan tanaman herbal sebagai obat-obatan mereka. Sekitar 550 M, Orang Maya berhasil menyelesaikan pembangunan dua buah Chichen (mulut sumur). Sumur pertama merupakan bagian yang dikeramatkan oleh mereka sedangkan bagian kedua dipergunakan untuk penggunaan sehari-hari. Chichen Itza, seperti kebanyakan pusat Maya lainnya, merupakan pusat aktivitas rohani mereka.Ritual-ritual persembahan yang ditujukan kepada para Dewa banyak dilakukan disini. Sejarah mengatakan bahwa kawasan Chichen Itza ditinggalkan oleh orang Maya disekitar 900 M, ini berbarengan dengan periode dimana 80 % Bangsa Maya dikatakan mengilang secara misterius. Hingga saat ini belum ada sebuah penjelasan yang bisa menjawab misteri menghilangnya populasi peradaban ini.

Monday, March 7, 2011

Gua Ellora, Keindahan Kuil Di Dalam Gua

Ellora adalah situs arkeologi, 30 km dari kota Aurangabad di negara bagian India Maharashtra dibangun oleh para penguasa Rashtrakuta. Terkenal karena gua monumental tersebut adalah Situs Warisan Dunia. Ellora merupakan lambang arsitektur rock-cut India.-
sebenarnya struktur digali dari wajah vertikal bukit Charanandri - yang Buddha, Hindu dan candi batu dipotong Jain dan biara, dibangun antara abad ke-5 dan abad ke-10. Budha 12 (gua 1-12), 17 Hindu (gua 13-29) dan 5 Jain (gua 30-34) gua, dibangun pada kedekatan, menunjukkan harmoni keagamaan lazim selama periode sejarah India.

Gua ini terletak di utara Maharastra, sekitar 400 kilometer (250 mil) dari Mumbai. Yang akan membuat Anda terkejut ialah gua batu bukit yang diukir dengan teliti. Ada 34 gua di Ellora yang berasal antara abad ke-6 dan ke-11 Masehi.

Gua Ellora terkenal karena arsitektur yang luar biasa. Yang paling luar biasa tentang gua ini adalah bahwa mereka dibuat dengan tangan, hanya dengan palu dan pahat. Anda pasti akan terkesan melihatnya.

Gua ini juga sangat cocok jadi pilihan wisata Anda. Selain murah biaya masuknya, Anda akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa di tempat ini. Gua Ellora buka setiap hari kecuali hari Selasa. Untuk memasuki Gua Ellora dikenakan biaya US$5 (sekitar Rp 45.000)