Pages


Thursday, December 29, 2011

Han Soon Dong Cave, Gua Terbesar Di Dunia

Gua Han Soon Dong, yang berarti gua sungai gunung, adalah gua yang terletak di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, daerah Bo Trach, Provinsi Quang Binch, Vietnam. Gua ini terletak dekat perbatasan Laos-Vietnam (17°27'25.88"N 106°17'15.36"E). Gua ini juga memiliki sungai di dasar tanah yang besar dan airnya mengalir dengan cepat.

Gua ini ditemukan oleh seorang penduduk lokal bernama Ho-Khanh di tahun 1991. Tetapi Ho-Khanh terlalu takut untuk mendekatinya, karena dari gua itu terdengar suara seperti siulan yang berasal dari sungai bawah tanahnya tersebut. Hingga pada tahun 2009, gua ini diketahui masyarakat luas ketika sebuah grup peneliti gua dari Inggris, bernama British Cave Research Association, yang diketuai oleh Howard dan Deb Limbert, mengadakan penelitian di Phong Nha-Ke Bang tanggal 14 Oktober 2009. Sayangnya penelitian mereka harus berhenti ketika setelah perjalanan mereka sepanjang 2,5 mil itu terhalang oleh tembok kalsit yang sangat besar dan berlumpur, setinggi 200 kaki, dimana mereka beri nama "The Great Wall of Vietnam".





Menurut Limbert, gua ini 5x lebih besar daripada gua Phong Nha, yang sebelumnya dinyatakan sebagai gua terbesar di Vietnam. Gua ini panjangnya lebih dari 9 km, tingginya 200m, dan lebarnya 150m. Diperkirakan gua ini terbentuk 2-5 juta tahun yang lalu karena air sungai yang mengikis batu kapur yang terletak di bawah gunung Annamite, dimana batuan kapur itu merapuh dan langit-langitnya membentuk atap yang sangat besar.






Dengan dimensi ruangan seperti ini, Son Doong mengalahkan gua Deer di Malaysia yang sebelumnya dinyatakan sebagai gua terbesar di dunia (dimana lebarnya 90m, tingginya 100m, dan panjangnya 2km). Gua Soon Dong diklarifikasikan sebagai gua terbesar di dunia oleh BCRA (British Cave Research Association) dan terpilih sebagai salah satu gua terindah di dunia oleh BBC news. Tim dari Inggris ini juga menganjurkan kepada penduduk lokal setempat agar tidak menjadikan gua Soon Dong ini sebagai objek pariwisata untuk tetap menjaga keindahan dan kealamian tempat ini.


Mari kita menikmati sedikit tour ke Gua Han Soon Dong ini dengan video virtual dari youtube, sambil kita menilik struktur dari gua terbesar di dunia ini :)












Sunday, December 25, 2011

Cave of Swallows, Gua Dengan Poros Terbesar Di Dunia, Setting Place of Sanctum Movie

Siapa di antara para pembaca yang pernah melihat film Sanctum 3D? Film garapan James Cameron, yang juga merupakan sutradara dari fim Titanic. Jika Anda pernah melihatnya..Ya, inilah tempat syuting dari film tersebut. Memang di film itu disebutkan jika penjelajahan dilakukan di Esa'Ala cave, Papua Nugini. Namun, tempat syuting yang sebenarnya adalah di tempat ini, Cave of Swallow, Meksiko. Tetapi saya tekankan sekali lagi, bukan berarti keberadaan gua Esa'Ala adalah fiksi atau bohong semata, tempat itu juga nyata, hanya saja karena pembuat film Sanctum berpendapat jika terlalu berbahaya untuk syuting di tempat tersebut, jadilah Cave of Swallow ini sebagai alternatifnya, yang tentunya gak kalah keren deh pokoknya. Silakan simak ringkasan yang saya buat sendiri mengenai Cave of Swallow dari beberapa sumber situs dari luar.







Cave of Swallows, adalah keajaiban alam terdalam di dunia, yang terletak di kota Aquismon, yang beribu kota di San Luis Potosi, Meksiko. Kedalaman dari atas lubang gua ini sekitar 376 m, dimana sebuah menara Eiffel bisa diletakkan di dalamnya. Dan bagian atasnya memiliki diameter kurang lebih sekitar 60 m, berbentuk elips, dan diameter bagian dasarnya sekitar 300 m. Dimana Cave of swallow memiliki karakteristik bentuk kerucut, dimana bagian bawahnya lebih lebar daripada atasnya.

 



Nama "swallow", yang artinya adalah burung layang-layang, diambil karena memang gua ini menjadi habitat dari para burung layang-layang. Dimana terjadi fenomena unik setiap harinya, yaitu saat ratusan burung layang-layang terbang dari dasar gua ini menuju langit dan perjalanannya ke sebuah daerah bernama Huasteca, kemudian burung-burung tersebut akan kembali ke gua tersebut pada malam harinya, mengindikasikan jika 1 hari telah berlalu untuk para burung-burung tersebut. Selain itu juga Anda menemukan beo khusus yang hidup di gua, dimana penduduk lokal menamainya Cotorras de la cueva ( beo gua).

Gua ini ditemukan pada tahun 1976 oleh team Ornotologi, dari Universitas Texas, yang sedang melakukan penelitian tentang burung di daerah potosina Huasteca. Dan saat ini, sarang dari para burung layang-layang ini sangat disukai para pemanjat tebing dan penerjun bebas. Hal ini menjadikan Cave of Swallows menjadi salah satu objek keajaiban alam yang sangat dilindungi di Meksiko.

Mau tahu lebih jauh lagi mengenai isi dalam lubang gua terbesar di dunia ini..? Langsung aja deh liat film Sanctum..:)




Sunday, December 11, 2011

Cenotes, Misteri Sungai Di Bawah Air

Saya memang sangat menyukai tempat-tempat yang misterius dan bersejarah. Saat ini saya tertarik untuk membahas mengenai Conotes Angelita. Ketika melihat foto-foto dari tempat ini saya hanya bisa berkata, wow... Maha Besar Tuhan... Ia dapat menciptakan segalanya dengan sangat menakjubkan. Termasuk Conotes, sebuah tempat yang dikeramatkan saat peradaban suku Maya, yang memiliki pemandangan bawah air yang luar biasa.

Kata "Cenote" itu berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti "sebuah lubang/gua bawah tanah yang memiliki air". Sedangkan "Angelita" berarti "malaikat kecil". Jadi Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".

Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.


Cenote-cenote ini memiliki sejarah sangat tua. Suku Maya biasa menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun baru pada abad ke-20 ketika penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.



Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia memiliki diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang memiliki keanekaragaman flora fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.



Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebenarnya sebuah gua berair di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.



Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.

Nah, Sekarang saya akan membahas tiga karakteristik Cenote ini yang banyak membingungkan orang, yaitu :
  1. Mengapa air asin dan air tawar bisa tidak bercampur?
  2. Bagaimana bisa ada sungai di bawah laut?
  3. Bagaimana pohon bisa hidup di dalam air?

Air asin dan air tawar
Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, Anatoly Beloschin, seorang fotografer profesional mengatakan :

“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves.."

"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."

Dari deskripsi ini, kita bisa menyimpulkan kalau air tawar berada di atas air asin. Bagaimana mungkin air asin dan air tawar tidak bercampur?

Jawabannya adalah karena sebuah fenomena yang disebut Halocline.



Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.

Air asin memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah antara keduanya. Peristiwa ini tidak terjadi di semua pantai atau bagian di laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.

Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman sekitar 33 meter. Dalam kasus Cenote ini, air tawar di permukaan berasal dari air hujan.
Jika ingin lebih jelas, kalian bisa membuat halocline sendiri di rumah. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.


Fenomena air tawar yang terpisah dengan air asin sebenarnya bukan hal yang baru. 2.000 tahun yang lalu, seorang ahli geografi Roma bernama Strabo pernah menulis mengenai para penduduk Latakia, barat Siria, yang mengayuh perahunya sekitar 4 kilometer menjauhi pantai lalu menyelam dengan membawa kantung air dari kulit kambing dan mengambil air segar dari dalamnya untuk persediaan air minum bagi kota mereka. Mereka tahu persis tempat dimana air tawar berkumpul di laut. Hari ini, para penyelam juga bisa melakukan hal yang sama di banyak pantai di dunia.

Sungai di bawah laut
Dalam foto yang bisa kita lihat, Cenote Angelita sepertinya memiliki sungai di dasarnya. Jika benar, tentu saja akan sangat membingungkan!


Namun sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Deskripsi yang paling tepat untuk menyebutnya, bukan sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.

Tidak banyak yang bisa menyelam sampai kedalaman ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.


Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akibat pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini memiliki bau yang tidak enak, seperti telur busuk (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini ketika kita buang angin). Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.

Pohon di bawah laut

Saya banyak mendapat pertanyaan ini dan memang Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita bisa melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita mirip dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Jadi bagaimana mereka bisa hidup di dasar air yang gelap dan dalam?


Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu: Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!

Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly mengatakan :

“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"

"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."


Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.

Ini jelas terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah mengatakan melihat pohon hidup di dasar Cenote. 


Saya juga tidak bisa menemukan satu sumber pun yang mengatakan ada pohon hidup di dalam Cenote Angelita. Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?

Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.

Oia, sebagai penutup, jika Anda memang ingin mencoba untuk berscuba atau berdiving disana, silakan klik link di bawah ini untuk info yg lebih lengkap :)


Thursday, December 8, 2011

Pandora Box, Harapan Untuk Manusia

Pandora box atau kotak Pandora adalah sebuah kisah yang berasal dari mitologi Yunani. Kisah sebuah patung wanita yang diciptakan Haphaestus atas perintah Zeus, yang kemudian akhirnya diberi kehidupan oleh Zeus dan diberi nama "Pandora".

Selain manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para Titan. Zeus sangat tidak menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah Promotehus, yang bersikukuh hendak mencuri cahaya pengetahuan dari puncak gunung Olympus.

Nietzsche sangat mengagumi titan satu ini, yang menurutnya memiliki ciri “uebermensch” (sebagian menerjemahkannya “superman”, tapi penerjemah spesialis Nietzsche, Walter Kauffman, lebih suka menerjemahkannya menjadi “overman”. St. Sunardi, dalam bukunya tentang Nietzsche yang diterbikan lkis, menerjemahkan uebermensch menjadi “adimanusia”).

Zeus, diceritakan, juga membenci titan lainnya yang bernama Ephimetheus. Dia adalah kakak Promotheus. Untuk itu Zeus memerintahkan seorang dewa yang dikenal buruk rupa, tapi memiliki keahlian seni yang mumpuni untuk membuat sebuah patung perempuan.
 
 
Nama dewa itu Haphaestus. Dia adalah anak Zeus dari hasil perkawinan dengan Hera. Karena dia memendam asmara tak kesampaian dengan Aprhodite, maka ia pun membuat patung perempuan yang kecantikannya menyerupai Aphrodite.

Penciptaan patung tersebut juga dipenuhi berkah dari dewa-dewi lainnya. Aphrodite menganugerahinya kecantikan, keanggunan, dan gairah. Hermes memberinya kecerdikan, keberanian, dan kemampuan untuk membujuk.

Demeter menunjukkannya cara memelihara taman. Athena mengajarinya ketangkasan dan memberi roh pada pandora. Apollo mengajarinya bernyanyi dengan merdu dan memainkan alat musik petik. Poseidon memberinya kalung mutiara dan kesaktian agar tak pernah tenggelam.

Horae menambah daya tarik pandora dengan menghiasi rambutnya dengan rangkaian bunga dan tumbuhan lain untuk membangkitkan ketertarikan para pria padanya. Hera memberinya rasa ingin tahu. Zeus membuatnya nekat, nakal, dan suka bermalas-malasan.

Zeus senang dengan kesempurnaan patung itu, lantas memberi patung itu kehidupan. Patung itu sendiri bentuknya lebih kecil dari ukuran manusia umumnya. Patung yang sudah diberi kehidupan itu diberi nama Pandora, yang artinya "seluruh anugerah". Oleh Zeus, Pandora dititipi pula sebuah kotak rahasia yang tak boleh dibukanya.
 

Zeus lantas menghadiahkan patung itu pada Ephimetus. Kendati Promotheus sudah memeringatkan kakaknya akan kemungkinan tipu muslihat Zeus, Ephimetus telanjur menyukai dan mencintainya, karena Pandora memang sangat cantik.
 
Lewat beberapa waktu pernikahan Epimetheus dan Pandora, cucu Zeus ini melihat sebuah kotak yang tertutup rapat yang disembunyikan Pandora di salah satu sudut rumah. Epimetheus bertanya pada istrinya apa isi kotak itu. Istrinya menjawab tidak tahu karena memang perintah Zeus untuk tidak membuka kotak itu atas dasar alasan apapun. Mendengar itu suaminya juga ikut menganjurkan Pandora untuk tidak membukanya.

Dasar Pandora, rasa ingin tahu yang besar telah membakar jiwanya. Berulang kali ia membujuk suaminya untuk membuka kotak hadiah dari Zeus, namun Epimetheus tetap melarang membukanya. "Perintah dewa tetap harus dipatuhi", begitu ujarnya.

Pandora menggerutu. Namun pada suatu hari saat suaminya tak ada di rumah, ia tak dapat membendung rasa ingin tahunya yang begitu bergejolak. Istri Epimetheus ini kemudian membuka kotak itu, dan...
 


Dari dalam kotak keluar bunyi gemuruh dan asap tebal berwarna hitam yang memenuhi ruangan, keluar dan berpusar memenuhi bumi, memasuki seluruh rumah di bumi dan kemudian naik ke langit. Kotak itu tak memiliki dasar, asap dan suara gemuruh tidak berkurang justru makin bertambah-tambah banyak. Pandora pun ketakutan... 
 


Di puncak ketakutannya Pandora berusaha menutup kembali kotak itu, bersamaan dengan berkurangnya asap dan suara gemuruh, istri Epimetheus mendengar suara-suara ratap tangis, rintihan, sedu-sedan, dan suara bisik-bisik yang aneh. 
 
Dari dalam kotak, berhamburanlah segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan, dan keputusasaan. Sejak itu, bumi mulai mengenal penyakit dan segala keburukan hidup lainnya.

Ternyata, di dalam kotak itu juga masih ada satu benda lain. Benda itu berbentuk kecil, namanya : “harapan”. Benda inilah yang kelak digunakan manusia di Bumi untuk terus bertahan dari segala macam penyakit, wabah, kesedihan, dll.

Jadi... Sebuah kesimpulan yang baik dapat kita ambil dari kisah ini. Jika sebagai manusia, walaupun kita mengalami cobaan dan penderitaan yang begitu berat kita tidak boleh berputus asa, kita harus tetap berusaha, karena selalu ada harapan dari segala masalah yang kita hadapi.

Wednesday, December 7, 2011

Hydra, Monster laut Berkepala Sembilan

Sebagian orang pasti sudah mengenal makhluk yang satu inikan..? Ya, betul sekali namanya adalah Hydra. Selain bentuknya yang besar dan menyeramkan, membayangkan jika saya ada di depan makhluk tersebut saja sudah tidak berani rasanya. tetapi tidak ketika saya dulu bermain "God of War", sebuah game di PS2, makhluk ini menjadi salah satu musuh Kratos yang besar dan menyeramkan. Memang sulit menaklukan makhluk yang satu ini, selain kepalanya yang akan tumbuh lagi jika dipenggal, nafas dari makhluk ini juga sangat mematikan. Kita langsung saja simak sedikit kisah dari makhluk ini :)

Hydra atau Hydra Lernaean (Yunani : Λερναία Ὕδρα) merupakan mitos dari Yunani kuno, yaitu monster berbentuk ular atau naga, yang memiliki sembilan buah kepala. Dimana setiap salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh/membentuk lagi dua buah kepala yang baru. Dan dia mengeluarkan racun yang mematikan dari nafasnya pada setiap kali melangkah.

Hydra tinggal di rawa-rawa dekat kota kuno Lerna di Argolis Yunani kuno. Hydra dikatakan sebagai keturunan dari setengah gadis-setengah ular, dan Typhon (memiliki 100 kepala), sedangkan versi lainnya adalah Hydra sebagai keturunan dari Styx dan Pallas (Titan). Hydra memiliki tubuh ular dan kepala banyak, yang bervariasi dari lima sampai seratus, tetapi pada umumnya adalah sembilan.
 
 
 
Hydra dari Lerna dibunuh oleh Hercules sebagai tugas yang kedua dalam salah satu syarat dari "Dua Belas Tugas" (Twelve Olympians) yang harus dijalaninya demi sebuah penebusan dosa. Dalam hal ini, Hercules menjadi kandidat dari Zeus, dan ia harus bersaing dengan Eurystheus yang merupakan kandidat dari Hera.

Sebelum Hercules datang, kota tersebut (sebuah daerah di Yunani, dekat danau Lerna) bertahun-tahun diteror ketakutan dengan keberadaan Hydra.Sarang Hydra adalah pada rawa danau lerna, di Argolid, dan dia sebagai penjaga pintu masuk ke dunia arwah (dunia bawah). Hydra ialah keturunan dari Typhon dan Echidna (Theogony), keduanya merupakan keturunan menjijikkan dari dewi bumi, Gaia.
 
 

Dikisahkan, setelah mencapai rawa dekat Danau Lerna , tempat tinggal Hydra, Hercules menutupi mulut dan hidungnya dengan kain untuk melindungi diri dari asap beracun yang keluar dari nafas Hydra. Kemudian, dia menembakkan panah berapi ke sarangnya, musim semi Amymone, yang hanya keluar dari sebuah gua sangat dalam untuk meneror desa-desa tetangga. Lalu dia pun berhadapan dengannya, dengan menghunus sebuah pedang, dia menebas kepala-kepalanya. Setiap kepala yang dipotongnya, tumbuh kembali menjadi dua. Keputusasaan merasuki perjuangan yang dilakukannya. Kelemahan dari Hydra, adalah bahwa hanya satu dari kepalanya yang abadi.

Menyadari hal tersebut, Hercules meminta bantuan kepada keponakannya Iolaus. Keponakannya itu datang memberi gagasan (mungkin terinspirasi oleh Athena), yang menggunakan batu api untuk membakar tunggul-tunggul leher Hydra pada setiap kali kepalanya dipenggal. Setelah itu, satu kepala abadi Hydra ditempatkan di bawah batu besar pada tempat ritual suci antara Lerna dan Elaius, dan mencelupkan anak panah di darah beracun Hydra, dan tugas kedua Hercules pun selesai.
 

Pada kisah yang lain dikatakan, bahwa setelah memotong satu kepala abadi Hydra, ia mencelupkan pedangnya di dalam darah Hydra dan menggunakan bisa tersebut untuk membakar setiap kepala, sehingga kepala-kepala tersebut tidak bisa tumbuh kembali.

Mengetahui Hercules dibantu oleh keponakannya, Iolaus, di dalam melaksanakan tugas kedua, Eurystheus menyatakan, bahwa tugas Hercules belum selesai karena dia tidak sendirian, dan akibatnya tugas untuk membunuh Lernaean Hydra berkepala 9 tidak diperhitungkan di dalam "Dua Belas Tugas" yang ditetapkan untuknya.
 
 

Di dalam budaya populer, Hydra Lernaean pun sering menjadi protagonis dalam permainan game, diantaranya : God of War, Age of Mythology, Magic Carpet 2, dan lain-lain.

Hydra adalah sosok monster yang mengerikan dengan 9 kepala. Di dalam film-film yang menceritakan Hercules pun, Hydra sering tampil pada salah satu bagian cerita di dalamnya.
 

Friday, December 2, 2011

Kisah Misterius Tentara Terracotta, Penjaga Makam Sang Kaisar

Pernahkah Anda melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" atau "The Myth"nya jackie Chan? Ya, memang film itu sudah agak lama sih kemunculannya dan sudah sering sekali diputar di stasiun TV lokal juga.. Tapi kebetulan saya kemarin baru saja melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" lagi, yang mengangkat cerita tentang keberadaan penemuan patung-patung misterius tentara atau prajurit Terracotta ini, dan saya menjadi sangat tertarik untuk menulis mengenai hal ini :)

Kisah ini berawal ketika Yang Peiyan dan beberapa petani yang sedang menggarap lahan. 
Ia menemukan sebuah dinding bata ketika ia menggali ruang bawah tanah untuk menyimpan sayuran. Kemudian dengan ragu ia membuat lubang di dinding, dan melalui lubang itu ia melihat, dan akhirnya terkejut setengah mati ketika melihat barisan megah patung prajurit yang berdiri di sana.


Pasukan ini merupakan keajaiban seni budaya Tionghoa dari zaman 210 SM. Pertama kali digali pada 1974, di Kabupaten Lintong Xi’an, ibukota Provinsi Shaanxi, dekat Makam Kaisar Qin Pertama. Patung-patung tentara tersebut sedemikian hidup, masing-masing menampilkan sinar mata yang garang, dipadukan dengan cahaya matahari yang menembus lubang sehingga menjadikan pemandangan itu begitu sempurna. Namun karena ketakutan, petani tersebut langsung cepat-cepat menutup kembali lubang tersebut dan melaporkannya ke departemen arkeologi setempat.


Mendengar laporannya, para arkeolog mengira bahwa petani itu pasti hanya kebetulan saja menemukan sebuah kuburan, dan berhalusinasi karena hipoksia (kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian) di bawah permukaan tanah. Kemudian seorang arkeolog dikirim ke sana untuk mencari tahu rincian. Ketika lubang di dinding dibuka lagi, barulah arkeolog benar-benar melihat bahwa apa yang dilaporkan petani tadi bukan bualan semata.


Pemandangan menakjubkan satu baris tentara yang lengkap! Saat melihatnya, seakan suara memekakkan telinga dari teriakan perang, dan pasir yang berputar kencang, seputar adegan perang zaman Dinasti Qin seolah terbayang jelas di depan matanya.


Perlahan, awan pasir mereda dan suara lenyap. Tentara Terakota yang dikubur mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Warna mereka surut dan mata mereka berubah kusam. Banyak kepala dan lengan terputus dan adegan berubah menjadi apa yang kita lihat di hari ini.
Tentara Terakota merupakan benda seni untuk pemakaman, yang dikuburkan bersama Kaisar Pertama Dinasti Qin, Qin Shi Huang pada 210-209 SM. Diyakini bahwa tentara akan mengikuti sang kaisar hingga ke kerajaan akhirat.


Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM – 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar China ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir’aun Mesir Kuno, Cheops (Khufu) yang memilih untuk membangun sebuah Piramida Agung di Giza sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya bak sebuah Istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.

Makam sang kaisar memang begitu mempesona. Terdapat kurang lebih 8000 patung yang menggambarkan sosok para prajurit, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang berdiri berjejer disepanjang makam, disusun dalam tiga lubang.. Yang lebih menarik lagi, semua patung-patung tersebut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya baik itu bentuk pakaian, mimik wajah, model rambut, hingga persenjataan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga dibedakan oleh pangkat kemiliterannya seperti Jendral, perwira, hingga para prajurit biasa. Patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat jendral.
 
Sejak ditemukan oleh beberapa petani lokal diwilayah Xi’an, Propinsi Shaanxi, China ditahun 1974 silam, hingga kini masih terus dilakukan penggalian di sana. Para Arkelog memperkirakan masih banyak patung dan artifak-artifak lainnya yang masih terpendam. Mereka juga belum dapat memastikan berapa jumlah angka-angka penemuan ini akan terus bertambah. Kalkulasi terbaru menyebutkan, terdapat lebih dari 8000 patung prajurit, 130 kereta perang beserta 520 kudanya, serta 150 pasukan berkuda yang terdapat di tiga terowongan utama makam. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan mengingat baru satu persen dari keseluruhan bagian makam yang telah digali!

Tidak semua harta benda dan perhiasan sang kaisar telah ditemukan. Konon, masih banyak harta benda berharga Kaisar Qin Shi Huang yang tersimpan disuatu bagian makam, dimana ditempat itu terpasang perangkap-perangkap yang dapat menembakkan anak panah secara otomatis kepada siapapun yang berani mengusiknya. Bahkan diyakini para pekerja yang memasang perangkap-perangkap tersebut turut dikuburkan hidup-hidup agar kerahasiannya tetap terjaga. Terdengar cukup menakutkan, bukan?



Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM – disaat usia sang Kaisar baru menginjak 13 tahun – dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja. Namun apa tujuan Kaisar Qin Shi Huang membangun semua ini?
Faktanya, makam ini didirikan sebagai gambaran akan sebuah istana bawah tanah yang begitu besar dan mewah. Bahkan dikatakan ia adalah istana bawah tanah dengan struktur paling rumit dalam kemegahan dan fasilitasnya. Tiruan sungai yang terbuat dari air raksa serta langit-langit dengan hiasaan mutiara turut mempercantik istana. Kepercayaan di lingkungan kerajaan menyebutkan bahwa Kaisar Qin Shi Huang akan terus memimpin kerajaan dikehidupan berikutnya (alam baka/akhirat). Untuk itu ia membutuhkan sebuah istana sebagai pusat kerajaan, lengkap beserta para bala tentaranya dan pegawai-pegawai pemerintahan.


Situs arkeologi ini telah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO. Koleksi dari 120 benda seni dari makam dan 20 prajurit Terakota saat ini dapat Anda lihat di Xi'An, China, dimana dapat ditempuh hanya dengan 1 jam penerbangan dari kota Beijing.
Pembangunan terracotta ini adalah proyek terbesar kedua setelah Great Wall (tembok China).
Detail wajah dan pakaian patung tentara itu sangatlah rinci, sehingga daerah asal masing-masih tentara pun masih dapat diketahui. Kaisar Qin Shi Huang Ti adalah kaisar yang pertama kali menyatukan China pada tahun 221 SM. Eksibisi ini juga menampilkan uang logam yang pertama kali diperkenalkan di daratan China.