Pages

Friday, December 30, 2011

Khajuraho Temple, Candi KamaSutra di India

Mari kita menilik candi yang satu ini. Sebenarnya saya juga baru saja tahu keberadaan candi ini dari sebuah situs luar. Kemudian saya tertarik untuk menulis artikel tentang keberadaan candi ini. Sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti pengertian kamasutra.hha... Yang saya tahu mengenai kamasutra adalah suatu pelajaran yang menggambarkan sisi erotime manusia. hhe, menurut pendapat saya sih.. Dan berbagai pelajaran erotisme tersebut tergambar di berbagai arca di candi ini. Jangan dilihat dari joroknya dulu.. Mari kita lihat dari sisi positifnya, yaitu ternyata kita memiliki warisan unik lagi di dunia ini, yang selain megah ternyata juga mengandung banyak makna di dalamnya.xixixi...


Jika Anda ingin membuktikan bahwa Kama Sutra berasal dari India, Kuil Khajuraho adalah tempat untuk melihatnya. Di kuil ini, Anda akan menemukan sisi seksualitas yang kental. 


Erotika berlimpah di kompleks Kuil Khajuraho dengan lebih dari 20 kuil yang dikhususkan untuk seksualitas dan seks. Kuil batu pasir ini terdata sejak ke abad ke-10 dan 11. 


Untuk beberapa kuil, patung-patung yang ada di Kuil Khajuraho merupakan yang paling erotis dan sensual di India. Ini juga kemudian terkenal di dunia dengan Kama Sutranya. Kuil Khajuraho juga mempunyai arsitektur yang unik, meskipun setiap kuil di dalam kompleks ini memiliki rencana dan desain yang berbeda.




Semua kuil yang ada dibangun di atas platform tinggi, beberapa meter dari tanah. Masing-masing kuil memiliki ruang pintu masuk atau Mandapa, dan sanctorum tempat suci atau griha garbha. 


 


Atap dari berbagai bagian memiliki bentuk yang berbeda. Serambi dan balai memiliki atap piramida yang tersusun dari beberapa lapisan horisontal. Sementara atap tempat suci kebatinan adalah sebuah menara kerucut kolosal yang terdiri dari tumpukan batu setinggi 30 meter. Pengaturan miniatur menara ini disebut juga shikharas. 





Di Kuil Khajuraho, Anda akan menemukan 3 kelompok kuil yaitu Barat, Timur, dan Selatan. Kuil utama ada di kelompok Barat, yang menampilkan kuil megah Kandariya Mahadeo. Sementara itu di kelompok Timur, Anda akan melihat sejumlah pahatan di Kuil Jain. Untuk kelompok selatan, Anda hanya akan menemukan dua kuil.


 


Untuk melihat lebih rinci patung dan pahatan erotis yang ada di Kuil Khajuharo, Anda bisa menuju utara Madhya Pradesh, sekitar 620 kilometer arah tenggara Delhi. 






Sejarah Candi Khajurajo :
Madhya Pradesh adalah tanah yang sangat tua, juga merupakan tempat perwakilan dari berbagai peninggalan di berbagai periode waktu. Di antara peninggalan terkenal di India seperti Batu bergambar, Stupa Budha, dan candi-candi, Khajuraho dikenal sebagai candi yang berornamen indah, yang merupakan implementasi dari imajinasi manusia, kreatifitas artistik, kemegahan arsitektur, dan kedamaian spiritual manusia melalui erotisme.





Candi Khajuraho ini termasuk monumen yang paling indah di abad pertengahan di Negara India. Candi ini dibangun oleh penguasa Dinasti Chandella antara tahun 900-1130, yang merupakan tahun keemasan dari Dinasti Chandella. Diduga bahwa tiap penguasa Chandella harus membangun 1 candi di masa hidupnya. Jadi, semua candi Khajuraho tidak dibangun oleh seorang penguasa Chandella tetapi pembangunannya bertahap, dan pembangunan candi menjadi tradisi dari penguasa Chandella.






Keberadaan candi ini tercatat dalam catatan Abu Rihan al Biruni di tahun 1022, dan pengembara Arab bernama Ibnu Battuta di tahun 1335. Disebutkan bahwa ada 85 candi di Khajuraho ini, dimana 25 candi bertahan setelah ada pelestarian dan perawatan. Semua candi ini tersebar di area seluas 9 mil persegi.





Khajuraho dipercaya sebagai pusat keagamaan dari dinasti Chandella. Penguasa Chandella mberusaha membedakan politik dari kegiatan keagamaan dan budaya, jadi mereka menempatkan pusat pemerintahan di Mahoba dimana terletak 60km dari Khajuraho. Seluruh Khajuraho tertutup oleh sebuah dinding besar dan memiliki 8 pintu gerbang, yang berfungsi sebagai pintu masuk ataupun keluar, dimana setiap pintu gerbang diapit oleh 2 pohon palem.





Setelah kejatuhan dari dinasti Chandella (setelah tahun 1150), candi Khajuraho banyak mengalami kehancuran dan kerusakan oleh para pendatang muslim ke daerah ini, dimana hal itu memaksa pula para penduduk lokal meninggalkan Khajuraho. Saat para pendatang muslim datang ke daerah ini, mereka tidak bertoleransi dengan adanya tempat ibadah agama lain, sebab itulah para penduduk Khajuraho meninggalkan tempat ini dan berharap para penduduk Muslim tidak akan merusak candi mereka. Dan dari abad 13-18, sisa-sisa dari candi Khajuraho tertutup oleh hutan yang sangat lebat, tidak dikenal publik lagi, hingga ditemukan kembali oleh seorang Inggris bernama T.S. Burt.





 


Jika Anda ingin berkunjung ke Khajuraho, lokasi ini bisa dicapai dengan penerbangan, atau kereta api jarak jauh dari Delhi melalui Agra. Ada juga Khajuraho-Jhansi Link, layanan kereta setiap hari yang mencakup jarak antara Khajuraho dan Jhansi dalam waktu tempuh sekitar lima jam. 

Kereta 229A meninggalkan Jhansi mulai pukul 7.25 waktu setempat dan tiba di Khajuraho pukul 12.10 waktu setempat. Atau Anda juga bisa menggunakan taksi dari Jhansi menuju Khajuraho yang akan memakan biaya sekitar 2.500 rupee (sekitar Rp497 ribu). Bus bisa sangat sulit, sehingga menyewa taksi adalah pilihan yang lebih baik. 

Kuil Khajuraho buka sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam. Untuk kelompok kuil selatan, Anda dikenakan biaya US$5 (sekitar Rp44 ribu), sedangkan yang lainnya bebas biaya masuk.



Jika Anda masih penasaran mengenai keberadaan Khajuraho ini, silakan klik link di bawah ini :)



Thursday, December 29, 2011

Han Soon Dong Cave, Gua Terbesar Di Dunia

Gua Han Soon Dong, yang berarti gua sungai gunung, adalah gua yang terletak di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, daerah Bo Trach, Provinsi Quang Binch, Vietnam. Gua ini terletak dekat perbatasan Laos-Vietnam (17°27'25.88"N 106°17'15.36"E). Gua ini juga memiliki sungai di dasar tanah yang besar dan airnya mengalir dengan cepat.

Gua ini ditemukan oleh seorang penduduk lokal bernama Ho-Khanh di tahun 1991. Tetapi Ho-Khanh terlalu takut untuk mendekatinya, karena dari gua itu terdengar suara seperti siulan yang berasal dari sungai bawah tanahnya tersebut. Hingga pada tahun 2009, gua ini diketahui masyarakat luas ketika sebuah grup peneliti gua dari Inggris, bernama British Cave Research Association, yang diketuai oleh Howard dan Deb Limbert, mengadakan penelitian di Phong Nha-Ke Bang tanggal 14 Oktober 2009. Sayangnya penelitian mereka harus berhenti ketika setelah perjalanan mereka sepanjang 2,5 mil itu terhalang oleh tembok kalsit yang sangat besar dan berlumpur, setinggi 200 kaki, dimana mereka beri nama "The Great Wall of Vietnam".





Menurut Limbert, gua ini 5x lebih besar daripada gua Phong Nha, yang sebelumnya dinyatakan sebagai gua terbesar di Vietnam. Gua ini panjangnya lebih dari 9 km, tingginya 200m, dan lebarnya 150m. Diperkirakan gua ini terbentuk 2-5 juta tahun yang lalu karena air sungai yang mengikis batu kapur yang terletak di bawah gunung Annamite, dimana batuan kapur itu merapuh dan langit-langitnya membentuk atap yang sangat besar.






Dengan dimensi ruangan seperti ini, Son Doong mengalahkan gua Deer di Malaysia yang sebelumnya dinyatakan sebagai gua terbesar di dunia (dimana lebarnya 90m, tingginya 100m, dan panjangnya 2km). Gua Soon Dong diklarifikasikan sebagai gua terbesar di dunia oleh BCRA (British Cave Research Association) dan terpilih sebagai salah satu gua terindah di dunia oleh BBC news. Tim dari Inggris ini juga menganjurkan kepada penduduk lokal setempat agar tidak menjadikan gua Soon Dong ini sebagai objek pariwisata untuk tetap menjaga keindahan dan kealamian tempat ini.


Mari kita menikmati sedikit tour ke Gua Han Soon Dong ini dengan video virtual dari youtube, sambil kita menilik struktur dari gua terbesar di dunia ini :)












Sunday, December 25, 2011

Cave of Swallows, Gua Dengan Poros Terbesar Di Dunia, Setting Place of Sanctum Movie

Siapa di antara para pembaca yang pernah melihat film Sanctum 3D? Film garapan James Cameron, yang juga merupakan sutradara dari fim Titanic. Jika Anda pernah melihatnya..Ya, inilah tempat syuting dari film tersebut. Memang di film itu disebutkan jika penjelajahan dilakukan di Esa'Ala cave, Papua Nugini. Namun, tempat syuting yang sebenarnya adalah di tempat ini, Cave of Swallow, Meksiko. Tetapi saya tekankan sekali lagi, bukan berarti keberadaan gua Esa'Ala adalah fiksi atau bohong semata, tempat itu juga nyata, hanya saja karena pembuat film Sanctum berpendapat jika terlalu berbahaya untuk syuting di tempat tersebut, jadilah Cave of Swallow ini sebagai alternatifnya, yang tentunya gak kalah keren deh pokoknya. Silakan simak ringkasan yang saya buat sendiri mengenai Cave of Swallow dari beberapa sumber situs dari luar.







Cave of Swallows, adalah keajaiban alam terdalam di dunia, yang terletak di kota Aquismon, yang beribu kota di San Luis Potosi, Meksiko. Kedalaman dari atas lubang gua ini sekitar 376 m, dimana sebuah menara Eiffel bisa diletakkan di dalamnya. Dan bagian atasnya memiliki diameter kurang lebih sekitar 60 m, berbentuk elips, dan diameter bagian dasarnya sekitar 300 m. Dimana Cave of swallow memiliki karakteristik bentuk kerucut, dimana bagian bawahnya lebih lebar daripada atasnya.

 



Nama "swallow", yang artinya adalah burung layang-layang, diambil karena memang gua ini menjadi habitat dari para burung layang-layang. Dimana terjadi fenomena unik setiap harinya, yaitu saat ratusan burung layang-layang terbang dari dasar gua ini menuju langit dan perjalanannya ke sebuah daerah bernama Huasteca, kemudian burung-burung tersebut akan kembali ke gua tersebut pada malam harinya, mengindikasikan jika 1 hari telah berlalu untuk para burung-burung tersebut. Selain itu juga Anda menemukan beo khusus yang hidup di gua, dimana penduduk lokal menamainya Cotorras de la cueva ( beo gua).

Gua ini ditemukan pada tahun 1976 oleh team Ornotologi, dari Universitas Texas, yang sedang melakukan penelitian tentang burung di daerah potosina Huasteca. Dan saat ini, sarang dari para burung layang-layang ini sangat disukai para pemanjat tebing dan penerjun bebas. Hal ini menjadikan Cave of Swallows menjadi salah satu objek keajaiban alam yang sangat dilindungi di Meksiko.

Mau tahu lebih jauh lagi mengenai isi dalam lubang gua terbesar di dunia ini..? Langsung aja deh liat film Sanctum..:)




Sunday, December 11, 2011

Cenotes, Misteri Sungai Di Bawah Air

Saya memang sangat menyukai tempat-tempat yang misterius dan bersejarah. Saat ini saya tertarik untuk membahas mengenai Conotes Angelita. Ketika melihat foto-foto dari tempat ini saya hanya bisa berkata, wow... Maha Besar Tuhan... Ia dapat menciptakan segalanya dengan sangat menakjubkan. Termasuk Conotes, sebuah tempat yang dikeramatkan saat peradaban suku Maya, yang memiliki pemandangan bawah air yang luar biasa.

Kata "Cenote" itu berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti "sebuah lubang/gua bawah tanah yang memiliki air". Sedangkan "Angelita" berarti "malaikat kecil". Jadi Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".

Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.


Cenote-cenote ini memiliki sejarah sangat tua. Suku Maya biasa menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun baru pada abad ke-20 ketika penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.



Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia memiliki diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang memiliki keanekaragaman flora fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.



Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebenarnya sebuah gua berair di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.



Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.

Nah, Sekarang saya akan membahas tiga karakteristik Cenote ini yang banyak membingungkan orang, yaitu :
  1. Mengapa air asin dan air tawar bisa tidak bercampur?
  2. Bagaimana bisa ada sungai di bawah laut?
  3. Bagaimana pohon bisa hidup di dalam air?

Air asin dan air tawar
Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, Anatoly Beloschin, seorang fotografer profesional mengatakan :

“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves.."

"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."

Dari deskripsi ini, kita bisa menyimpulkan kalau air tawar berada di atas air asin. Bagaimana mungkin air asin dan air tawar tidak bercampur?

Jawabannya adalah karena sebuah fenomena yang disebut Halocline.



Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.

Air asin memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah antara keduanya. Peristiwa ini tidak terjadi di semua pantai atau bagian di laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.

Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman sekitar 33 meter. Dalam kasus Cenote ini, air tawar di permukaan berasal dari air hujan.
Jika ingin lebih jelas, kalian bisa membuat halocline sendiri di rumah. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.


Fenomena air tawar yang terpisah dengan air asin sebenarnya bukan hal yang baru. 2.000 tahun yang lalu, seorang ahli geografi Roma bernama Strabo pernah menulis mengenai para penduduk Latakia, barat Siria, yang mengayuh perahunya sekitar 4 kilometer menjauhi pantai lalu menyelam dengan membawa kantung air dari kulit kambing dan mengambil air segar dari dalamnya untuk persediaan air minum bagi kota mereka. Mereka tahu persis tempat dimana air tawar berkumpul di laut. Hari ini, para penyelam juga bisa melakukan hal yang sama di banyak pantai di dunia.

Sungai di bawah laut
Dalam foto yang bisa kita lihat, Cenote Angelita sepertinya memiliki sungai di dasarnya. Jika benar, tentu saja akan sangat membingungkan!


Namun sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Deskripsi yang paling tepat untuk menyebutnya, bukan sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.

Tidak banyak yang bisa menyelam sampai kedalaman ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.


Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akibat pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini memiliki bau yang tidak enak, seperti telur busuk (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini ketika kita buang angin). Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.

Pohon di bawah laut

Saya banyak mendapat pertanyaan ini dan memang Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita bisa melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita mirip dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Jadi bagaimana mereka bisa hidup di dasar air yang gelap dan dalam?


Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu: Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!

Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly mengatakan :

“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"

"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."


Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.

Ini jelas terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah mengatakan melihat pohon hidup di dasar Cenote. 


Saya juga tidak bisa menemukan satu sumber pun yang mengatakan ada pohon hidup di dalam Cenote Angelita. Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?

Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.

Oia, sebagai penutup, jika Anda memang ingin mencoba untuk berscuba atau berdiving disana, silakan klik link di bawah ini untuk info yg lebih lengkap :)