Pages

Sunday, March 6, 2011

Catacombs, Kuburan Bawah Tanah Dengan Jutaan Tengkorak


The Catacombs Paris atau Catacombes de Paris adalah kuburan bawah tanah yang terkenal di Paris, Perancis. Berada di dekat stasiun Denfert-Rochereau, Paris Metro. Dibuka dan di direnovasi bagian kota besar jaringan terowongan bawah tanah dan caverns di akhir abad 18, ia menjadi daya tarik turis dalam skala kecil, dari awal abad ke-19 dan telah terbuka untuk publik secara berkala dari 1867 . Nama resmi untuk catacombs adalah l'Ossuaire municipal.

Terletak di sebelah selatan gerbang kota pertama, "Barriere d'Enfer", osuarium merupakan bagian yang direnovasi dari gua-gua dan terowongan yang merupakan sisa-sisa tambang batu Paris.

Menyusul insiden vandalisme, mereka menutup tempat tersebut untuk umum pada bulan September 2009 dan dibuka kembali 19 Desember di tahun yang sama.

Sebagian kecil dari Catacombs terbuka untuk umum atau wisatawan. Pintu masuk ke Catacombs resmi dibatasi, hanya terdiri dari bagian kecil dari jaringan luas terowongan bawah tanah yang mencakup lebih dari panjang (sekitar 186 mil) 300 km.

pintu rahasia catabombs berada di seluruh paris, yaitu lubang selokan.
Cataphiles dalam arti masyarakat yaitu mereka yang berbagi ruang yang sama, meskipun mereka dibagi menjadi jaringan tertentu atau lingkungan bawah tanah tertentu.

Mereka mungkin tidak selalu bersumpah setia pada tempat mereka benar-benar tinggal, di atas di kota, tetapi Cataphiles dapat memilih untuk mengunjungi jaringan yang sama berulang-ulang di bawah.

Pemakaman ini mencakup dari Paris' bekas tambang dekat Kiri Bank Denfert-Rochereau, di lokasi yang sama di luar gerbang kota sebelum Paris diperluas pada tahun 1860. Walaupun makam ini hanya mencakup bagian kecil dari terowongan bawah tanah yang terdiri dari "carrières les de Paris" ( "quarries Paris"), warga paris lebih mengenal merujuk seluruh jaringan sebagai "catacombs"

Sejarah catacombs dimulai ketika akhir abad ke 17 dimana banyak warga paris meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh polusi akibat pembakaran tidak sempurna oleh pabrik-pabrik di perancis (ketika revolusi industri. Dikarenakan jumlah pemakaman yang tidak memadai lagi maka ide penggunaan tulang manusia yang telah mati pada terowongan untuk tempat pemakaman dicetuskan oleh Letnan Jenderal Polisi Alexandre Lenoir, catacombs didirikan pada tahun 1786 dan kemudian diteruskan oleh M. Thiroux de Crosne, Charles Axel Guillaumot, Inspektur Jenderal Quarries, dan Louis-Etienne Héricart de Thury. 

Catacombs of Paris bukanlah kuburan bawah tanah biasa, melainkan sebuah Ossuary. Ossuary adalah tempat ditaruhnya tulang-belulang manusia yang sebelumnya jasadnya dibakar terlebih dahulu di sebuah kuburan sementara, lalu setelah beberapa tahun sisa tulang-belulangnya dipindahkan di Ossuary tersebut.
Dikatakan bahwa pada akhir abad ke-17 banyak warga paris meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh polusi akibat pembakaran tidak sempurna oleh pabrik-pabrik di perancis (ketia revolusi industri). Akibatnya, jumlah pemakaman tidak memadai lagi. Adalah Letnan Jenderal Polisi Alexandre Lenoir yang pertama kali mencetuskan untuk menggunakan l’Ossuaire Municipal yang awalnya hanyalah terowongan bawah tanah biasa menjadi sebuah Ossuary pada tahun 1786-87.

Setelah itu, masih banyak lagi jasad-jasad yang diletakkan di Catacombs tersebut, diantaranya jasad orang-orang yang tewas pada kerusuhan di Place de Greve, Hôtel de Brienne, dan Rue Meslée diletakkan di Catacombs pada tanggal 28 dan 29 Agustus 1788.

Namun pada masa Perang Dunia ke-II, para anggota French Resistance menggunakan jalur bawah tanah ini sebagai tempat bersmbunyi dari pasukan NAZI dan pasukan NAZI juga menggunakan sebagiannya lagi sebagai bunker.

Walaupun tempat ini terkesan seram dan mistis, tapi tempat ini tetap menjadi pilihan bagi sebagian turis untuk melengkapi liburan mereka di kota Paris. Oleh karena itu pula tempat ini digunakan dalam sebuah film pada tahun 2007 yang berjudul Catacombs. 

No comments:

Post a Comment